Piko si Anak Ayam Pemberani

Di sebuah peternakan yang ramai, hiduplah seekor anak ayam mungil bernama Piko. (Orang tua: ucapkan "anak ayam" dengan suara yang lembut dan kecil, "piyak, piyak, piyak"). Piko sangat suka mematuk-matuk jagung. (Orang tua: gerakkan jari telunjuk ke telapak tangan yang lain seperti mematuk makanan, dengan ekspresi fokus dan lucu). Suatu pagi, Ibu Ayam memberikan Piko sebutir jagung yang besar! (Orang tua: buka kedua tangan membentuk lingkaran besar dengan wajah takjub).

Piko mencoba mematuknya, "tok, tok!", tapi jagungnya terlalu keras. (Orang tua: buat ekspresi sedikit bingung dan menggelengkan kepala pelan). Piko tidak langsung sedih. Ia ingat kata Ayah Ayam, "Anak pemberani selalu punya cara!". (Orang tua: ucapkan kalimat ini dengan suara yang dalam, mantap, dan penuh percaya diri). Piko melihat sekeliling. Ada batu kecil di dekatnya. (Orang tua: buat wajah berpikir, lalu tunjuk ke samping seolah menemukan sesuatu).

Dengan paruhnya, Piko mendorong-dorong jagung besar itu ke arah batu. (Orang tua: buat gerakan mendorong dengan kepala, sambil mengeluarkan suara "uh.. uh.."). Pelan-pelan... dan "KRAK!". Jagungnya pecah menjadi kepingan kecil! Hore! (Orang tua: tunjukkan ekspresi kaget yang menyenangkan, lalu tersenyum lebar dan bertepuk tangan). Piko bisa memakan jagungnya dengan mudah. Piko merasa sangat pintar! (Orang tua: anggukkan kepala dengan bangga).

Kemudian, Piko melihat teman-temannya melompat ke atas tumpukan jerami yang pendek. (Orang tua: buat gerakan melompat kecil dengan tanganmu). Piko mau ikut, tapi ia sedikit ragu. Lompatannya yang pertama tidak sampai. "Guk!" Piko jatuh di rumput yang empuk. (Orang tua: buat gerakan jatuh yang lembut dan buat wajah sedikit kaget tapi lucu).

Piko tidak menyerah. Ia mengambil ancang-ancang lebih jauh. (Orang tua: gerakkan badan sedikit mundur). Ia mengepakkan sayap kecilnya. (Orang tua: kepakkan tangan di samping badan dengan cepat). Lalu... HOP! Piko berhasil melompat ke atas jerami! "Piyak, piyak, hore!" (Orang tua: angkat kedua tangan ke atas dengan gembira dan sorak kemenangan).

Piko belajar, menjadi hebat dan tangguh itu artinya terus mencoba, walaupun susah. (Orang tua: ucapkan kalimat ini dengan nada yang hangat sambil mengelus lembut punggung anak). Kalau gagal, coba lagi dengan cara baru. Seperti Piko, anak hebat juga pasti bisa! (Orang tua: tatap mata si kecil dengan penuh cinta dan berikan senyuman termanis).


Komentar

Postingan Populer