Kila si Kunang-Kunang Pemberani
Di sebuah taman bunga yang wangi pada malam hari, hiduplah seekor kunang-kunang kecil bernama Kila. (Orang tua: ucapkan "kunang-kunang" dengan nada berbisik dan ajaib). Kila punya lampu kecil di ekornya yang bisa menyala "kedip-kedip!". (Orang tua: kedipkan jari telunjuk Anda dengan cepat sambil membuat suara "klip, klip!"). Tapi, ada satu masalah... Kila sedikit takut pada gelap. (Orang tua: buat ekspresi sedikit cemas dan memeluk diri sendiri).
Setiap malam, teman-temannya terbang tinggi, membuat taman jadi seperti langit penuh bintang. (Orang tua: gerakkan tangan ke atas dengan gerakan melambai yang indah). Kila hanya bersembunyi di bawah daun. Ia takut terbang sendirian di tempat yang luas dan gelap. (Orang tua: buat ekspresi bersembunyi di balik tangan).
Lalu, Ibu Kunang-Kunang datang dan berkata lembut, "Kila sayang, jangan takut. Cahayamu sendiri adalah teman terbaik di dalam gelap." (Orang tua: ucapkan kalimat ini dengan suara yang sangat lembut dan menenangkan). Kila melihat ekornya yang menyala. "Kedip!" lampunya menjawab. (Orang tua: kedipkan jari lagi dengan senyuman).
Kila menarik napas panjang. (Orang tua: tarik napas dalam-dalam bersama si kecil). Ia mencoba terbang sedikit... "satu... dua... tiga... HOP!" (Orang tua: angkat tangan perlahan lalu gerakkan ke atas dengan cepat). Wow! Ternyata dengan cahayanya sendiri, Kila bisa melihat bunga-bunga cantik di sekitarnya! Gelapnya tidak lagi menakutkan. (Orang tua: buat ekspresi takjub dan gembira).
Tiba-tiba, Kila mendengar suara tangisan kecil. Itu adalah seekor semut yang kehilangan jalan pulang. Dengan berani, Kila terbang mendekat dan menyalakan lampunya lebih terang. "Sini, aku temani!" kata Kila. (Orang tua: ucapkan dengan suara yang ramah dan percaya diri). Berkat cahaya Kila, semut itu bisa menemukan jalan pulangnya.
Kila merasa sangat senang dan bangga! Ia tidak lagi takut gelap, karena ia tahu cahayanya bisa membantu dirinya sendiri dan juga teman-teman.
Komentar
Posting Komentar