KIKI si Anak Kucing



Di sebuah rumah kecil yang hangat, tinggallah seorang anak kucing kecil bernama Kiki. (Orang tua: ucapkan "kucing" dengan nada ceria dan meniru suara anak kucing "meong" kecil). Kiki sangat suka bermain dengan bola benang berwarna merah! (Orang tua: buat gerakan tangan seolah menggelindingkan bola benang dengan semangat). Suatu hari, bola benang Kiki menggelinding ke bawah kursi yang gelap! (Orang tua: buat ekspresi sedikit bingung dan menunjuk ke bawah kursi).

Kiki kecil merasa sedikit takut dengan tempat gelap di bawah kursi. (Orang tua: buat ekspresi ragu-ragu). Tapi, Kiki ingat pesan Ibu Kucing, "Anak pintar tidak takut mencoba!". (Orang tua: ucapkan kalimat ini dengan nada memberikan semangat dan penekanan pada "pintar"). Kiki mengeong pelan, lalu memberanikan diri mengintip ke bawah kursi. (Orang tua: condongkan badan sedikit ke depan seolah mengintip).

Ternyata, bolanya ada di sana! Kiki berusaha meraihnya dengan cakarnya, tapi tidak sampai. (Orang tua: gerakkan jari-jari seolah mencoba meraih sesuatu yang jauh). Kiki tidak menyerah. Ia mencoba mendorong bola itu dengan hidungnya. (Orang tua: gerakkan hidung sedikit ke depan). Berhasil! Bola benang merah itu keluar dari bawah kursi! Miauw! Kiki senang sekali! (Orang tua: tirukan suara kucing senang dan tersenyum lebar). Kiki merasa pintar! (Orang tua: tunjukkan ekspresi bangga).

Kemudian, Kiki mencoba memanjat tumpukan bantal yang tinggi. (Orang tua: buat gerakan tangan menaik ke atas dengan perlahan). Kiki terjatuh! (Orang tua: buat ekspresi terkejut tapi tidak khawatir). Kiki tidak menangis. (Orang tua: tekankan bahwa Kiki tidak menangis). Ia mencoba memanjat lagi dengan hati-hati. (Orang tua: ulangi gerakan memanjat dengan lebih pelan dan mantap). Akhirnya, Kiki sampai di puncak bantal! Hore! (Orang tua: tunjukkan ekspresi sangat gembira dan mengangkat tangan ke atas).

Kiki belajar, menjadi pintar dan berani itu artinya tidak mudah putus asa. (Orang tua: ucapkan kalimat ini dengan nada lembut dan memberikan pelukan imajiner). Meskipun ada kesulitan, Kiki terus mencoba. Seperti Kiki, anak pintar juga pasti bisa! (Orang tua: arahkan pandangan penuh sayang pada anak Anda dan ucapkan kalimat ini dengan penuh keyakinan).



Komentar

Postingan Populer