Cerita Raka si Rakun yang Suka Mencoba



Di sebuah pohon besar di tepi sungai, tinggallah seekor rakun kecil bernama Raka. (Orang tua: ucapkan "rakun" dengan nada ceria dan sedikit nakal, sambil menggerakkan tangan seperti mencuci sesuatu). Raka sangat penasaran dengan segala hal! Ia punya mata yang bulat dan hidung yang selalu bergerak-gerak mencium bau baru. (Orang tua: buat mata bulat lebar dan gerakkan hidung sedikit ke atas dan bawah).

Suatu pagi, Raka melihat buah beri merah yang ranum di ujung ranting yang agak jauh. (Orang tua: tunjuk ke atas dan ke samping dengan ekspresi tertarik). Raka sangat ingin mencobanya! Ia belum pernah makan buah beri merah. "Hmm, pasti manis!" pikir Raka. (Orang tua: jilat bibir dengan ekspresi membayangkan rasa manis).

Raka mencoba meraih ranting itu dengan tangannya, tapi tidak sampai. (Orang tua: ulurkan tangan sejauh mungkin). Ia mencoba melompat kecil, tapi tetap tidak bisa. (Orang tua: lakukan gerakan melompat kecil). Raka sedikit kecewa. (Orang tua: buat ekspresi sedikit sedih). Tapi, Raka ingat nasihat Papa Rakun, "Anak pintar selalu mencari jalan!". (Orang tua: ucapkan kalimat ini dengan nada bijak dan memberikan semangat).

Raka melihat ke sekeliling. Ada ranting kayu yang lebih panjang tergeletak di dekatnya. (Orang tua: buat ekspresi menemukan ide dan menunjuk ke bawah). Raka mengambil ranting itu dengan kedua tangannya yang lincah. (Orang tua: gerakkan tangan seolah memegang dan mengangkat ranting). Perlahan, Raka mengulurkan ranting panjang itu untuk menarik ranting buah beri merah. (Orang tua: ulurkan tangan dengan ranting imajiner secara hati-hati). Tarik... tarik... dan... YAY! Ranting buah beri merah itu mendekat! (Orang tua: tunjukkan ekspresi berhasil dan gembira).

Raka dengan senang hati memetik buah beri merah itu dan mencobanya. "Hmm, manis sekali!" (Orang tua: buat ekspresi sangat menikmati makanan yang lezat). Raka merasa bangga karena sudah berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan dengan akalnya.

Kemudian, Raka melihat air sungai yang mengalir deras. Ia penasaran ingin menyeberang ke sisi lain. (Orang tua: buat ekspresi ingin tahu dan melihat ke samping seolah melihat sungai). Raka mencoba melompat ke batu yang ada di tengah sungai, tapi airnya terlalu jauh. Ia hampir terpeleset! (Orang tua: buat ekspresi kaget dan hampir jatuh).

Raka tidak langsung takut. Ia melihat ada batang kayu besar mengapung di dekat tepi sungai. (Orang tua: buat ekspresi menemukan ide lagi). Dengan hati-hati, Raka mendorong batang kayu itu ke tengah sungai hingga menjadi jembatan kecil. (Orang tua: buat gerakan mendorong benda besar dengan hati-hati). Lalu, Raka berjalan dengan mantap di atas batang kayu itu dan berhasil menyeberang! Hore! (Orang tua: tunjukkan ekspresi sangat gembira dan bertepuk tangan).

Raka belajar, menjadi anak yang suka mencoba dan pintar mencari jalan itu hebat! (Orang tua: ucapkan kalimat ini dengan nada memuji). Walaupun ada kesulitan, selalu ada cara untuk mengatasinya jika kita mau berpikir dan mencoba. Seperti Raka, anak pintar juga pasti bisa! (Orang tua: peluk si kecil dengan sayang).

Komentar

Postingan Populer